• Peneliti dari Jepang Tomoki Motozuka

ARSITEKTUR UTY RAIH AKREDITASI B

Semangat menuju pencapaian UTY MAJU 2010-2014 terus menggelora dihati semua civitas akademika UTY dan diterapkan dalam semua kegiatan yang  diantaranya adalah  kerja keras untuk meningkatkan status akreditasi,  dan hasilnya adalah peningkatan status akreditasi Arsitektur UTY menjadi B. Untuk itu pada hari Rabu (20/6) yang lalu bertempat di Kampus 1 UTY, diselenggarakan acara pemotongan tumpeng sebagai tanda syukur atas keberhasilan tersebut yang dihadiri oleh segenap Pengurus Yayasan, para Wakil Rektor, Dekan, dan Kaprodi di lingkungan Fakultas Sains dan Teknologi UTY. Pemotongan tumpeng dilakukan oleh Bambang Hartadi, Ph.D,CPA, MM selaku Rektor UTY dan  diserahkan kepada Endah Tisnawati, ST, MT Kaprodi Arsitektur UTY. 
Dalam kata sambutannya, Rektor UTY menyampaikan pesan bahwa keberhasilan meraih akreditasi B tersebut merupakan penambah motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan kinerja di prodi arsitektur yang selama ini telah berjalan sangat dinamis, begitu juga bagi prodi-prodi yang lainnya.  Ia sangat mendukung aktivitas penunjang prestasi di prodi arsitektur yang selama ini telah menghasilkan karya-karya mahasiswa dengan meraih prestasi baik regional, nasional dan internasional. Pada kesempatan itu pula ia mendukung prodi arsitektur untuk terus up date dalam mengelola kualitas akademiknya.  Rektor juga berharap agar prodi Arsitektur UTY dapat  mensimulasikan perancangan pembangunan bandara di Kulonprogo berikut feasibility study-nya, tentunya dengan melakukan perbandingan dan mempelajari beberapa bandara terkenal di luar negeri, namun khasanah pemikiran tersebut sangat perlu untuk membentuk pola pikir dosen dan mahasiswa yang visioner. Sedangkan Endah Tisnawati, Kaprodi Arsitektur UTY menyatakan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil kerjasama yang baik dari universitas, dosen dan mahasiswa.  Diraihnya akreditasi B ini semakin meningkatkan komitmen untuk terus memperbaiki kualitas layanan pendidikan kepada mahasiswa serta akan selalu menjadi partner masyarakat dan pihak lain, sehingga Arsitektur UTY akan menjadi tempat yang ideal bagi mahasiswa arsitektur di Yogyakarta. 
Pada kesempatan yang sama, Drs. H. Iskandar Abdurrahman selaku Ketua Yayasan Dharma Bhakti IPTEK yang menaungi UTY  mengungkapkan kegembiraannya atas diraihnya akreditasi tersebut. Ia menyampaikan bahwa meskipun acara syukuran tersebut terkesan sederhana namun makna yang terkandung sangat mendalam untuk terus mensyukuri segala nikmat yang diberikan Tuhan, dengan berkarya secara sungguh-sungguh yang didasari keihlasan hati.

Keterlibatan Mahasiswa Arsitektur UTY di "FORUM HERITAGE"




Mahasiswa Arsitektur UTY Mengadakan Pameran Woro-Moro Pusaka Malioboro Di Jagongan Media Rakyat, Bekerjasama dengan Greenmap

 "JAGONGAN MEDIA RAKYAT" salah satu event yang sudah sangat dikenal masyarakat, disini saya bersama teman-teman Greenmap "Woro Moro Pusaka Malioboro"


Kegiatan pemetaan hijau (Green Map) di selengarakan di yogyakarta tepatnya di kawasan malioboro, acara pemetaan dan jelajah ini  di gelar bersamaan dengan acara Biennale Jogja XI. Mulai tanggal 4 Desember 2011 . dan kegiatan ini berakhir pada 18 Desember 2011.
Acara ini bekerjasama dengan beberapa team yaitu dari mahasiswa Arsitektur Universitas Teknologi Yogyakarta (UTY) dan Institute Seni Indonesia (ISI), serta bekerjasama dengan beberapa Dosen dari Universitas terkait.
Kegiatan ini memilih kawasan malioboro sebagai target pemetaan hijau dengan tema “Woro Moro Malioboro” yang di bermakna akan Woro berarti kabar Moro berarti datang dan Malioboro berarti Malioboro, dalam tanda “mari memetakan pusaka yang membentuk wajah malioboro”.







Sharing Pengalaman Pemerintah Negara Bagian Florida dan Michigan USA dalam Menata Lingkungan


       Perubahan iklim adalah gejala mendunia yang telah terbukti dan tidak dapat dihindari. Kelangsungan hidup umat manusia terancam sebagai dampak perubahan iklim tersebut. Beragam dampak dan bencana alam yang sudah kita rasakan akibat kecerobohan kita dalam pembangunan yang agresif. Bumi sedang dalam proses menemukan titik keseimbangan baru (new equilibrium) untuk dapat bertahan dengan pola perubahan iklim.